Minggu, 13 Juni 2010

Artikel Pribadi WAWANCARA

Macam-macam interview/wawancara
Didalam penerapannya, maka interview atau wawancara dapat diklasifikasikan kedalam beberapa tipe wawancara. Menurutfungsinya, maka terdapat wawancara diagnostic, wawancara penyembuhan atau perawatan, wawancara penelitian, wawancara sample, wawancara bantuan hukum, dan seterusnya. Disamping itu, maka ada tipe-tipe wawancara menurut jumlah orang yang ikut dalam wawancara, sehingga ada tipe wawancara kelompok dan wawancara pribadi atau individual. Kemudian, menurut lamanya kontak, ada dibedakan antara tipe wawancara panjang dan wawancara pendek; sedangkan pembagian menurutpende katannya, menghasilkan tipe wawancara terarah dan tidak terarah atau wawancara berstruktur dan tidak berstruktur. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa tipe wawancara yang didasarkan pada peranan dan fungsi wawancara itu sendiri, menurut pewawancara dan yang diwawancarai.

Menurut Paulin V. Young, ada beberapa tipe wawancara, yaitu :
1. Wawancara tidak terarah (Non Indirective Interview)
Tipe wawancara ini disebut sebagai wawancara tidak terkendali atau wawancara tidak terpimpin, atau wawancara tidak berstruktur. Maksudnya adalah bahwa seluruh wawancara tidak didasarkan pada suatu system atau daftar pertanyaan yang ditetapkan sebelumnya.


2. Wawancara terarah (Directive Interview)
Tipe wawancara ini disebut sebagai wawancara terkendali atau wawancara terpimpin, atau wawancara berstruktur. Maksudnya adalah bahwa seluruh wawancara didasarkan pada suatu system atau daftar pertanyaan yang ditetapkan sebelumnya. Atau wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Penelitian yang menggunakan jenis wawancara ini bertujuan mencari jawaban terhadap hepotesis kerja.
Keuntungan wawancara terstruktur ialah jarang mengadakan pendalaman pertanyaan yang dapat mengarahkan terwawancara agar sampai berdusta.


3. Wawancara berfokus (Focused Interview)

Wawancara ini didasarkan pada asumsi, bahwa dengan mempergunakan sarana tersebut, maka akan dapat diungkapkan reaksi-reaksi pribadi manusia secara terperinci, perasaan-perasaannya, dan lain-lain ciri-ciri mentalitasnya Untuk itu, diperlukan persiapan yang mantap dari pewawancara, dan dia harus mempunyai kepakaan terhadap situasi-situasi yang dihadapinya.

4. Wawancara yang diulang (Repeated Interview)
Wawancara semacam ini sangat berguna didalam usaha peneliti, untuk menelusuri perkembangan dari proses-proses social atau psikologis tertentu. Artinya, dengan mempergunakan wawancara yang diulang, maka akan diperoleh segi-segi dinamis dari aksi manusia, dan juga factor-faktor yang mempengaruhi pola-pola perilaku tertentu didalam situasi tertentu pula.

5. Wawancara mendalam (Depth Interview)
Didalam penerapannya, maka wawancara mendalam memerlukan suatu keahlian dan keterampilan tertentu dari pihak pewawancara. Apabila kemampuan dan ketrampilan tersebut tidak ada, maka sebaiknya tidak dipergunakan wawancara mendalam sebagai alat pengumpulan data penelitian.

Berapa fakta dalam wawancara kerja
Fakta 1. Tujuan dari Wawancara Kerja adalah untuk berbagi informasi.

Fakta 2. Wawancara kerja adalah keahlian/skill.
Jika persiapan anda tidak matang, meskipun anda begitu bagus diatas kertas. Hal tersebut akan menjatuhkan anda. Anda harus meyakinkan pencari kerja bahwa anda memiliki sesuatu untuk ditawarkan. Semua ini bukan keberuntungan, tapi persiapan.

Fakta 3. Salah satu alasan kenapa pencari kerja menerima seseorang adalah karena pewawancara merasa nyaman bersama anda dan yakin bahwa anda akan diterima oleh karyawan yang lainnya, atau dengan kata lain, pewawancara menyukai anda. Pewawancara memberi anda kesempatan untuk menunjukkan kepribadian anda, intelektualitas anda, bakat dan minat anda.

Fakta 4. Berpakaian yang sopan dan rapi.
Jangan memakai apapun yang dapat mengalihkan perhatian pewawancara dari apa yang sedang anda coba katakan. Berpakaianlah secara konservatif. Beberapa buku mengatakan bahwa anda sebaiknya berpakaian untuk pekerjaan yang sedang anda kejar. Tapi anda sebaiknya berpakaian lebih baik dari itu, karena anda tidak datang untuk bekerja tapi datang untuk wawancara.

Fakta 5. Penampilan dan tindakan anda akan menentukan irama dari wawancara.
Resepsionis, sekretaris, dan pewawancara tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengenal anda, jadi penilaian terhadap karakter, kompetensi dan kemampuan anda didasarkan pada penampilan dan tindakan anda.

Fakta 6. Jangan terlalu menekankan uang, biasanya dilakukan pada wawancara kedua.
Tentu saja akan ada pertanyaan tentang berapa banyak yang anda harapkan, apabila anda belum mencantumkan gaji yang anda harapkan didalam CV. Namun, apabila pewawancara memberikan pertanyaan seperti itu, pada saat wawancara pertama, cobalah untuk menundanya sampai anda tahu banyak tentang posisi yang ditawarkan.

Fakta 7. Jangan asal memberikan jawaban.


Fakta 8. Kebanyakan pewawancara mengikuti format tertentu.
• Tahapan pertama adalah Breaking the Ice, saat percakapan kecil mungkin terjadi.
• Tahapan kedua adalah memberikan pertanyaan/memverifikasi informasi, dimana pewawancara akan menanyakan kandidat mengenai informasi-informasi yang berkaitan dengan posisi yang ditawarkan dan memverifikasi semua informasi yang kurang jelas didalam resume.
• Tahapan ketiga adalah menjawab pertanyaan.
• Tahapan keempat adalah Menutup wawancara

Hal – hal yang harus dipersiapkan sebelum interview.
Interview adalah peluang Emas
Memfokuskan diri pada persiapan dan dengan banyak membaca tips-tips interview akan mampu membangun rasa percaya diri yang dibutuhkan pada saatnya tiba. Interview memberikan kesempatan kepada Anda untuk menjelaskan dengan gaya dan kata-kata sendiri, mengenai pengalaman apa saja yang Anda miliki, memampuan dan hal penting yang memungkinkan Anda menjadi salah satu kandidat terbaik dalam perusahaan mereka. Sebagai tambahan, wawancara juga memberikan peluang pada Anda untuk mendemonstrasikan kemampuan pribadi, profesionalisme dan gaya atau cara kerja. Proses ini sering menjadi babak penentu keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk melangkah ke proses selanjutnya. Job Interview bisa dilakukan di awal atau diakhir proses rekruitmen, mengingat hal ini merupakan salah satu tahapan dari keseluruhan penerimaan karyawan baru disebuah perusahaan, posisinya sama pentingnya dengan tahapan-tahapan tes yang lain. Oleh karenanya saat pelamar memutuskan untuk mencoba melamar sebuah posisi di perusahaan maka sebaiknya selain persiapan yang berkaitan dengan surat lamaran dan berkas-berkas yang dibutuhkan maka yang tidak kalah penting sebenarnya adalah persiapan mental.
Pada umumnya, proses interview menggali hal-hal berikut :
1. Kebutuhan untuk berprestasi
2. Energi dan dorongan
3. Emosi
4. Relasi sosial (termasuk didalamnya daya adaptasi dengan lingkungan baru dan kemampuan berkomunikasi.
5. Sikap pribadi dan Gaya kerja
6. Kemampuan dalam problem solving dan decision making
7. Kemampuan teknikal
8. Lainnya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kultur perusahaan

Intinya, sama seperti proses psikotes, maka interview bertujuan untuk mencari orang yang cocok dengan posisi tersebut. It’s not about looking for the best, but looking for the suitable one. Dengan melihat hal-hal diatas, maka yang harus kita persiapkan ketika proses, tetapi karena standar setiap perusahaan biasanya berbeda, jadi proses sangat tergantung ke perusahaannya.
Jika kita dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal di bawah ini.
• Pastikan kita sudah tahu tempat wawancara. Disarankan beberapa hari sebelum wawancara, kita sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihat tempatnya.
• Jika tidak diberitahu terlebih dulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
• Baca kembali surat lamaran, CV, dan surat panggilan wawancara tersebut. Jangan lupa untuk membawa surat-surat atau dokumen-dokumen tersebut serta peralatan tulis saat wawancara.
• Mempersiapkan diri menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan pewawancara. Sebaiknya berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan.
Kenali diri anda. Biasakanlah untuk merasa nyaman membicarakan diri anda, karir anda dan apa saja yang telah anda raih. Latihanlah di depan cermin, atau dengan orang lain. Pikirkan tentang :
• Minat. Pekerjaan seperti apa yang anda inginkan.
• Kemampuan. Keahlian apa yang anda miliki. Keahlian seperti apa yang anda gunakan untuk pekerjaan yang anda inginkan.
• Nilai-Nilai. Perilaku dasar yang anda harus miliki dalam dunia kerja, dengan orang lain, dan diri anda sendiri.
• Kelebihan dan Kekurangan. Apa kelebihan anda. Kekurangan apa yang harus dihilangkan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
• Mengetahui Cita-cita Anda. Tanyakan diri anda, apa yang ingin anda lakukan sampai 5 tahun dari sekarang.
• Mengetahui pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh perusahaan kemudian melatih jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Persiapan wawancara anda sebaiknya mengikutsertakan sifat-sifat tersebut. Buatlah deskripsi dan contoh kejadian dari semua sifat tersebut diatas. Pastikan bahwa semua cerita memiliki pembukaan, pertengahan, dan penutupan.
Kotakkan jawaban anda kedalam tiga langkah proses yaitu :
• Situasi
• Tindakan anda
• Hasil atau penyelesaian masalah.

• Kuasai profile perusahaan.
Mencari tahu seperti sejarah perusahaan, produk dan servis yang dijual, dan lokasi. Cari data laporan tahunan perusahaan, berita press atau literatur lainnya. Atau, pergilah ke perpustakaan dan cari materi-materi tersebut. Anda juga bisa mempelajari perusahaan pencari kerja melalui internet. Bicaralah dengan calon rekan kerja anda atau dengan orang-orang yang tahu tentang perusahaan tersebut.
Jadi, saat pe-wawancara menanyai anda tentang pengetahuan yang anda miliki mengenai perusahaan tersebut (Hal ini selalu ditanyakan oleh pewawancara), anda akan mengejutkan mereka karena pengetahuan anda.
Tips : Pergilah ke perusahaan yang bersangkutan dan peroleh informasi yang bisa anda dapatkan. Anda akan tahu pasti bagaimana cara untuk sampai ke kantor perusahaan yang bersangkutan.
• Sebelum berangkat ke tempat wawancara, berdoalah terlebih dulu sesuai keyakinan.
• Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara). Namun usahakan jangan terlambat, karena banyak perusahaan yang langsung menganggap anda gagal bila terlambat.

Hal – hal yang perlu diperhatikan ketika sedang wawancara
Ada beberapa hal penting yang perlu di perhatikan ketika sedang melakukan wawancara, karena sikap kita pada saat wawancara itu yang akan di nilai dan akan menentukan apakah kita diterima atau tidak.
Sikap – sikap yang perlu diperhatikan adalah :
1. Bicara dengan bahasa formal, tegas, intonasi sedang sehingga dapat didengar dengan jelas serta jangan terburu-buru dalam menjawab setiap pertanyaan
2. Dengarkan terlebih dahulu secara keseluruhan pertanyaan pewawancara sehingga kita dapat memberikan jawaban singkat, padat dan tepat. Usahakan tidak memotong pertanyaan pewawancara, dan dengan mendengarkan keseluruhan pertanyaan maka kita terhindar dari permintaan untuk mengulang pertanyaan. Karena akan mengesankan anda tidak siap.
3. Lakukan kontak mata dengan pewawancara, jangan menunduk.
4. Tunjukkan anda sangat berminat dengan perusahaan tersebut, dengan menjawab pertanyaan dengan antusias
5. Jangan hanya menjawab dengan kata-kata ya, tidak, tidak tahu atau dengan bahasa isyarat mengangguk atau menggeleng. Usahakan untuk mengembangkan jawaban sehingga anda terlihat menguasai keadaan. Kadang-kadang pertanyaan yang diajukan bersifat jebakan dan membuat Anda kehilangan kata-kata untuk menjawab pertanyaannya. Tetapi yang harus menjadi pedoman adalah sebisa mungkin mengingat kembali pengalaman-pengalaman yang Anda miliki dan mengkonversinya sehingga informasi yang disampaian cukup relevan dengan pertanyaannya.
Contoh pertanyaan :
Interviewer : “Apakah Anda pernah menduduki posisi supervisor marketing di perusahaan lain?”
Jawaban #1 : “Tidak, belum pernah”
Jawaban #2 : “Saya beberapa kali memimpin tim dalam proyek penjualan, bersama dengan beberapa salesperson, SPG dan Merchandiser, khususnya untuk modern market dan terbukti sukses meningkatkan penjualan dan pangsa pasar dari 10% menjadi 40%”.
Pada jawaban pertama, Anda langsung menjawab ”Tidak”, sehingga akan langsung mendapat penilaian bahwa Anda tidak qualified atau tidak memenuhi syarat. Tetapi pada jawaban yang kedua, Anda tidak secara langsung menjawab tidak, tetapi Anda mengkonversi pengalaman menjalankan tugas seorang supervisor marketing, meskipun sesungguhnya Anda belum pernah menduduki jabatan tersebut (hanya sebagai sales person), dan hasil yang dicapai pun adalah hasil kerja sama tim. Dan Anda tidak berbohong.
6. Akhiri wawancara dengan ucapan terima kasih serta menjabat tangan pewawancara.

Ketika selesai interview
Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi pencari kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk meniti pekerjaan yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau test interview menimbulkan banyak harapan di dalam diri pencari kerja. Bayangan mendapatkan pekerjaan yang bagus, gaji yang cukup dan teman-teman kerja yang menyenangkan seakan sudah di pelupuk mata. Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan, panggilan selanjutnya ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon atau surat panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi penasaran dan diliputi berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan lagi atau memang hasil wawancara Anda tidak diproses. Tak jarang harapan yang tadinya berkobar mendadak padam.
Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang agak lama bahkan ada yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk memproses kelanjutan test wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi demikian, agar tidak penasaran, Anda dapat menanyakan kepastian kepada perusahaan tersebut melalui telepon. Anda dapat bertanya setelah melewati waktu dua minggu dari waktu wawancara. Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang yang mewawancarai Anda. Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal ini, karena bertanya merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar dan kelanjutan proses lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih setelah wawancara adalah hal yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun pasti maklum atas pertanyaan Anda. Untuk itu usai wawancara, ada baiknya Anda menanyakan siapa dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara Anda.
Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti itu biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat itu. Bisa jadi, suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan dipanggil lagi. Namun dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas terus menanti tanpa berusaha lagi. Buatlah lamaran lain sebanyak-banyaknya.

Hal hal yang perlu kita hindari ketika sedang dalam wawancara.
Berikut sikap yang dapat membuat para pelamar tidak diterima oleh perusahaan :

1. Tidak mengajukan pertanyaan
Dengan tidak mengajukan pertanyaan, pelamar dianggap tidak tertarik untuk berkerja diperusahaan tersebut.
2. Menjelek-jelekkan bekas perusahaan
Hal yang paling fatal adalah apabila kita ditanya kenapa kitaanda pindah dari perusahaan yang dahulu, dan anda menjawab dengan menjelek – jelekan perusahaan yang dahulu,maka kita akan di anggap kita tidak meempunyai etika dan tidak bisa menghargai.
3. Tidak bersikap kritis.
4. Penampilan pribadi yang seenaknya.
5. Tidak tegas, bersikap sinis, dan pemalas.
Perusahaan tidak ingin memiliki karyawan dengan sikap yang buruk,pada saat interview saja sudah begitu apalagi pada saat sudah diterima kerja.
6. Menguasai, terlalu agresif, dan merasa tahu semuanya.
7. Datang terlambat
Dalam berbisnis waktu sangat berharga.
8. Tidak memandang pewawancara pada waktu wawancara
Pewawancara akan sangat merasa dihargai apabila kita menatap pewawancara pada saat wawancara.
9. Tidak mampu mengekspresikan diri dengan jelas.
10. Terlalu menekankan uang
Pada saat wawancara anda berkenalan dengan perusahaan terlebih dahulu, mengetahui situasi perusahaan, belum tentu anda diterima untuk bekerja diperusahaan tersebut dan belum tentu juga anda bekerja di perusahaan itu, oleh karena itu jangan terlalu menekan kan masalah uang sebelum anda sudah pasti diterima dan bekerja di perusahaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar